Wow !!! Ternyata Pencipta Alat Deteksi Jumlah Sel Darah Merah, Mahasiswa Asal Lampung

Jika dibandingkan para generasi muda Indonesia dengan generasi muda luar negeri, sudah pasti bahwa generasi Indonesia juga memiliki kualitas yang tak kalah bahkan mereka mampu bersaing di tingkat Internasional. Hal yang menjadi permasalahannya adalah bahwa Indonesia masih belum cukup memiliki fasilitas yang memadai yang dapat mendorong generasi muda yang berprestasi. Meski demikian, hal itu tak menutup kemungkinan generasi muda untuk tidak kreatif dan tidak berprestasi. Hal ini dibuktikan dengan adanya penemuan alat deteksi jumlah sel darah merah oleh mahasiswa asal Lampung.

Asal Mula Adi Sutrisno Menemukan Alat Deteksi Jumlah Sel Darah

Adi Sutrisno merupakan mahasiswa Perguruan Tinggi yang berada di Lampung yaitu Institut Informatika dan Bisnis (IBI) Darmajaya. Mahasiswa yang mengambil jurusan Teknik Informatika di IBI Darmajawa ini menjelaskan bahwa ia menciptakan alat pendeteksi sel darah ini dengan menggunakan kemampuan teknologi perangkat lunak. Aplikasi tersebut diciptakan berdasarkan penelitian yang ia lakukan di UPTD Balai Laboratorium Kesehatan, Provinsi Lampung.

Dalam membuat alat pendeteksi sel darah tersebut, mahasiswa ini menjelaskan bahwa sebelum bisa menggunakan aplikasi, pendeteksi ini terlebih dahulu ia mengambil  foto sampel citra dari sel darah merah yang ia teliti menggunakan miskroskoop dengan 1.000 kali perbesaran. Lalu, foto itu dimasukkan ke dalam software (perangkat lunak) ukuran 448 x 336 piksel dengan format jpg. Software (perangkat lunak) tersebut akan memproses serta menghasilkan citra hasil dari sebuah segmentasi.

alat deteksi jumlah sel darah 1

Eritrosit (sel darah merah) adalah salah satu dari sel darah yang jumlahnya paling banyak jika dibandingkan dengan sel darah yang lainnya serta mengandung hemoglobin yang mempunyai fungsi sebagai pengangkut oksigen dari paru-paru ke seluruh sel yang ada di dalam tubuh. Akibat adanya sel darah merah maka dapat diketahui adanya suatu penyakit yang terdapat di dalam tubuh seseorang. Apabila seseorang kelebihan sel darah merah maka disebut polisitemia, sedangkan jika kekurangan sel darah merah maka disebut anemia.

Menurut mahasiswa IBI ini, biasanya pihak medis apabila akan memeriksa darah biasanya menggunakan sebuah mesin hitung tetapi biasanya mesin ini memiliki keterbatasan jika ditemukan sel darah abnormal. Kemudian selain itu, pemeriksaan pun bisa dilakukan dengan mikroskoop yang dapat memberikan informasi sel darah merah yang abnormal serta variasi bentuk sel darah tersebut. Tetapi jika dilakukan perhitungan secara manual harus menghabiskan waktu yang cukup lama.

Metode Teknologi Alat Pendeteksi Sel Darah

Alat pendeteksi sel darah temuan Adi Sutrisno ini menggunakan metode teknologi segmentasi citra yang berasal dari foto serta teknologi canny agar bisa mengetahui dan melakukan perhitungan jumlah sel darah merah di dalam tubuh seorang pasien. Cara kerjanya yaitu setelah diambil sampel darah pasien, sampel darah itu dilakukan foto miskroskopik 1000 kali perbesaran lalu foto tersebut dibuat dengan format jpg dan ukuran 448 x 336 piksel dimasukkan ke perangkat lunak untuk memproses hasil citra sel darah tersebut. Outputnya berupa citra hasil segmentasi, jumlah pixel yang diinput dan keterangan yang lainnya dapat mendiagnosis pasien tersebut termasuk kelebihan atau kekurangan sel darah merah.

Dengan adanya alat pendeteksi sel darah yang dibuat oleh mahasiswa asal Lampung ini harapannya  aplikasi tersebut dapat memberi manfaat terutama bagi suatu Instansi Kesehatan dan pihak medis agar bisa memanfaatkan waktu secara efisien dan juga tanpa adanya kesalahan yang diakibatkan oleh diagnosa manusia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *